Curug Putri Kencana

Curug Putri Kencana (ボゴール)

Curug Putri Kencana
5
ガイド
おすすめの滞在時間
3 時間以上
編集を提案して表示内容を改善
掲載内容を改善

5.0
1件の口コミ
とても良い
1
良い
0
普通
0
悪い
0
とても悪い
0

Zili H
18件の投稿
Fresh air and water near Jakarta
2020年8月
Putri (Puri) Kencana and Goa Garunggang

The trip to Curug Puri Kencana or Curug Putri Kencana (also called "Love Waterfall") was made without any prior planning. Actually, the initial goal of the six of us (three adults, two teenagers and one child) was to explore Curug Leuwi Hejo Bogor, but on the way there we were informed that Leuwi Hejo was closed to the public at that time. So, we turned around and decided to stop at Curug Puri Kencana.

Tips:
1. Check sure your vehicle is in prime condition, because the route is quite challenging.
2. Ensure that your driver is accustomed to hilly road conditions (going up and down, as at times the asphalt road becomes rocky and narrow, or breaks up).
3. Leave early in the morning to avoid traffic jams.
4. Patience, patience, patience…. your driver must have a lot of patience, because when driving along the narrow road they must frequently stop or reverse when they encounter another vehicle.
The entrance to this waterfall is on the right side of the road from Sentul to Leuwi Hejo. Gates and a large wall sign mark the point of entry to the waterfall. Travelling from Jakarta (Taman Mini area), it took us about 1 hour and 15 minutes to reach at this place.

The parking area for cars is divided in several areas; on the side of the main road there is a small parking area that can accommodate fewer than ten cars, while the official parking area (after you enter the gate) should be able to accommodate 15 cars. Cars may also be parked in the yards of residents' homes (don't forget to ask the owner's permission), or in front of the mosque. Motorbikes may be parked in an area closer to the kiosk door.

While we in the parking area, Pak Amsir and Pak Dani offered to act as our guides. When we asked how much that would cost, they just said it was up to the princess. Since this was the first time we had been hiking there and we had brought the children along, we agreed to use their services.

Exploring the area without a guide was very easy because the path to the waterfall is clear and straight, but our use of a guide meant that we could hear many stories about this area.

After paying for our tickets at the kiosk, we started our journey. The surrounding scenery was extraordinarily beautiful, with green panoramas and gurgling water flowing alongside the path. After a short walk (about 10 minutes) we arrived at the first waterfall, Leuwi Pariuk. It is small but beautiful, definitely a place to take photos. The second waterfall is Leuwi Demang. This one is wider and not so deep, so you can play in the water. Not far from Leuwi Demang, only about 100 meters further, there is a deeper part where you can test your courage by jumping into the water from the rocks.

Since no one was interested in testing their bravery that morning, we decided to continue the 30-minute uphill journey to reach Love Waterfall. On the way there, we passed through a lush bamboo forest.
At Love Waterfall we spent a long time playing in the water. The water is clear, cool and fresh, and offers lots of places to play. Later in the the day this area gets busier. After we spent an enjoyable amount of time playing in the water, we decided to continue our journey to Garunggang Cave.

Tips:
1. Wear thin clothes so they dry quickly while on the move.
2. Wear proper footwear (hiking shoes or mountain sandals are good options).
3. Carry as little as possible, because the walk is not a short one (drink, towel, hat, wallet, cellphone).
The trip to the cave and back takes about three hours. We started the journey at around 10.30 and arrived back at Puri Kencana at around 3 p.m. We spent about an hour eating and exploring the cave. Unfortunately, at that time the cave was filled with mud, so couldn't be fully explored. To enter the cave, we had to climb a bamboo ladder about 3 meters tall, so my son (7) and I decided not to go in.
The distance from Puri Kencana to Goa Garunggang is probably only about 10 km, but since the trip covers three hills and there were children present, it seemed that our trip took a long time.
Hike to Garunggang Cave if you are fit and used to exercise, as the terrain is very challenging. We were the only domestic visitors to go there that day. According to Pak Amsir and Pak Dani, those who visit the cave are mostly foreigners, but the number of local visitors is much higher during the dry season when the route can be traversed by motorbike.

Puri Kencana
Entrance tickets cost Rp.25,000 per person
Car parking costs Rp. 25,000 per car
Tips for the guides (Pak Amsir & Pak Dani) Rp. 300,000 (optional)
Snacks: 12 fritters, 2 coffees, 1 Nutrisari, total Rp. 27,000 (optional)
Pak Ogah’s fee (Jakarta-Sentul PP) around Rp. 20,000 (optional)
Garunggang Cave
Entrance tickets costs Rp. 15,000 per person
Two-way motorcycle taxis for 3 people over one hill cost Rp. 20,000 (optional)
Lunch: 3 Indomie with egg, 2 Pop Noodles, 2 crackers, 1 peyek, 4 aqua, 1 Pucuk Tea, total Rp. 79,000 (optional)

Curug Putri (Puri) Kencana & Goa Garunggang

Perjalanan ke Curug Puri Kencana atau Curug Putri Kencana (juga disebut “Curug Love”) kami lakukan tanpa rencana sebelumnya. Sebetulnya tujuan awal kami berenam (tiga dewasa, dua remaja dan satu anak-anak) adalah menjelajahi Curug Leuwi Hejo Bogor, tetapi dalam perjalanan ke sana kami diinformasikan bahwa Leuwi Hejo saat itu ditutup untuk umum. Jadi kami putar haluan dan memutuskan untuk singgah di Curug Puri Kencana.

Tips:
1. Pastikan kondisi kendaraan Anda prima, karena rutenya cukup menantang.
2. Pastikan sopir yang mengendarai kendaraan sudah terbiasa dengan kondisi jalan perbukitan (turun naik, kadang-kadang aspal jalan hilang, berbatu, sempit).
3. Berangkatlah pagi-pagi agar tidak terlalu macet.
4. Sabar, sabar, sabar….sopir harus banyak stok sabar karena jalan sempit sering kali harus maju mundur jika berpapasan dengan kendaraan lain.

Pintu masuk curug ini terletak di sebelah kanan jalan dari arah Sentul menuju Leuwi Hejo. Gapura dan tulisan dinding yang besar menandai tempat masuk curug. Dari Jakarta (area Taman Mini) kami memerlukan waktu sekitar 1 jam 15 menit untuk tiba di tempat ini.

Parkiran untuk mobil dibagi di beberapa tempat, di pinggir jalan utama ada parkiran kecil yang bisa menampung kurang dari sepuluh mobil, parkiran resmi di atas (setelah masuk gerbang) sepertinya bisa menampung sekitar 15 mobil. Selain itu mobil bisa diparkir di halaman rumah warga (jangan lupa meminta izin pemiliknya ya), atau di depan masjid. Untuk motor bisa diparkirkan di tempat yang lebih dekat dengan pintu loket.

Di parkiran kami ditawari untuk dipandu oleh Pak Amsir dan Pak Dani. Saat ditanya berapa biaya untuk memandu, mereka hanya bilang terserah ibu saja. Mengingat baru pertama kali ini kami hiking ke tempat itu dan membawa anak-anak, kami setuju untuk menggunakan jasa mereka.

Perjalanan tanpa pemandu sangat bisa dilakukan, karena trek menuju curug sudah jelas dan bagus. Tapi dengan pemandu, kami bisa mendapat banyak cerita mengenai daerah ini.

Setelah membayar tiket di loket, kami memulai perjalanan. Pemandangan luar biasa indahnya, dengan panorama hijau dan gemericik air mengalir di sepanjang perjalanan. Tak lama berjalan (sekitar 10 menit) sampailah kami di curug pertama Leuwi Pariuk. Kecil tapi indah, pastinya jadi tempat wajib untuk foto-foto. Kemudian curug kedua adalah Leuwi Demang. Yang ini lebih lebar dan tidak dalam, jadi bisa untuk bermain air. Tak jauh dari Leuwi Demang ini, sekitar 100 meter, ada bagian yang lebih dalam dan bisa untuk uji nyali dengan melompat dari bebatuan.

Berhubung tidak ada yang berminat untuk uji nyali di pagi hari, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menanjak sekitar 30 menit untuk mencapai Curug Love. Dalam perjalanan ke sana, kami melalui hutan bambu yang rimbun.

Di Curug Love kami menghabiskan waktu lama bermain air. Airnya jernih, dingin, segar dengan banyak tempat untuk bermain. Semakin siang semakin ramai. Setelah cukup puas bermain air, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Goa Garunggang.

Tips:
1. Kenakan pakaian yang tipis agar bisa cepat kering lagi di perjalanan.
2. Pakai alas kaki yang tepat (sepatu hiking atau sandal gunung bisa jadi pilihan).
3. Bawa beban seringan mungkin karena perjalanan cukup jauh (minuman, handuk, topi, dompet, HP).

Perjalanan ke goa menghabiskan waktu sekitar tiga jam pulang pergi. Kami memulai perjalanan sekitar jam 10.30 dan sampai kembali di Puri Kencana sekitar jam 3 sore. Sekitar sejam kami habiskan untuk makan dan menelusuri goa. Sayangnya saat itu goa dipenuhi lumpur jadi tidak bisa sepenuhnya dijelajahi. Untuk masuk ke goa kami harus melalui anak tangga terbuat dari bambu setinggi sekitar 3 meter, karena itu saya dan anak saya (usia 7 tahun) memutuskan untuk tidak ikut masuk.

Jarak dari Puri Kencana ke Goa Garunggang mungkin hanya sekitar 10 km, tapi berhubung perjalanan melalui tiga bukit dan ada peserta anak-anak, jadinya waktu tempuh kami lama.

Lakukan hiking ke Goa Garunggang jika Anda memang fit dan biasa berolahraga. Medan sangat menantang. Sepertinya kami satu-satunya pengunjung domestik yang sampai ke sana hari itu. Menurut Pak Amsir dan Pak Dani, yang lebih banyak mendatangi goa memang warga asing. Pengunjung lokal baru akan banyak saat musim kemarau, di mana jalur bisa dilalui oleh motor.

Puri Kencana
Tiket masuk 25.000 per orang
Parkir mobil 25.000 per mobil
Tips guide (Pak Amsir & Pak Dani) Rp300.000 (opsional)
Cemilan: 12 gorengan, 2 kopi, 1 Nutrisari, total Rp27.000 (opsional)
Biaya Pak Ogah (Jakarta-Sentul PP) sekitar Rp20.000 (opsional)

Goa Garunggang
Tiket masuk goa Rp15.000 per orang
Ojek dua kali balik untuk 3 orang, melewati satu bukit Rp20.000 (opsional)
Makan siang: 3 Indomie telor, 2 Pop Mie, 2 kerupuk, 1 peyek, 4 aqua, 1 Teh Pucuk, total Rp79.000 (opsional)
投稿日:2021年1月6日
この口コミはトリップアドバイザーのメンバーの主観的な意見です。TripAdvisor LLCのものではありません。
情報に不足や誤りがある場合
編集を提案して表示内容を改善
掲載内容を改善